Titik Api Kabut Asap Karena Kebakaran Hutan Terjadi Lagi Di Indonesia
Terakhir kali kabut asap yang sangat berbahaya karena kebakaran hutan dan lahan terjadi di tahun 2015, di tahun 2026 terjadi lagi dan jika dilihat dari titik api, tampak seperti kebakarannya lebih parah dari kejadian di tahun 2015.
Titik Api Kabut Asap Kebakaran Hutan
Kebakaran yang sudah melewati dua bulan ini menyebabkan kabut asap yang sangat pekat menyelimuti kota-kota di Kalimantan. Kabut asap tersebut juga menyebar hingga ke negara tetangga Malaysia, Brunei dan Singapura. Sama seperti kejadian sebelumnya, berbagai dampak buruk terjadi karena kabut asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan ini.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menggunakan beberapa satelit dari NASA, terlihat kalau titik api kebanyakan semua ada di pulau Kalimantan. BMKG menggunakan data dari satelit Terra dan satelit Aqua yang menggunakan instrumen MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer), beserta satelit S-NPP dan satelit NOAA-20 yang menggunakan instrumen VIIRS (Visible Infrared Imaging Radiometer Suite).

Kebakaran hutan dan lahan di tahun ini sama seperti penyebab kebakaran hutan sebelumnya di tahun 2015 yaitu karena pembakaran hutan dengan liar untuk pembebasan lahan. Tahun ini juga terjadi musim kemarau yang sangat parah hingga sungai-sungai mengering yang mengakibatkan krisis air bersih di beberapa kota di Kalimantan dan mempersulit untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Diprediksi kalau musim hujan baru akan terjadi di pertengahan bulan Oktober 2026.
Dampak Kabut Asap Yang Berulang Terjadi
Kabut asap selain bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti bisa terjadinya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), juga mengakibatkan dampak masalah ekonomi karena sekolah harus ditutup dan terjadi penundaan penerbangan, selain itu pembakaran yang tidak terkontrol seperti di tahun 2026 ini menyebabkan hingga kebakaran yang meluas yang menyebabkan ladang pertanian dan peternakan terbakar sehingga harga bahan pangan menjadi naik.
Dampak berulang terjadi yang diakibatkan oleh kabut asap yaitu pesawat terbang menjadi terlambat terbang, distribusi logistik jadi terganggu, dan jarak pandang yang parah di jalanan juga sangat berbahaya karena dipenuhi oleh kabut asap, selain itu juga bisa menyebabkan menurunnya jumlah wisatawan yang datang sehingga sektor jasa, perhotelan dan perdagangan bisa terkena dampaknya juga.
