NASA Kemungkinan Menemukan Petunjuk Dari Mana Emas Berasal
Dengan semakin naiknya harga emas di tahun ini yang per tanggal 30 April 2025, harga emas ANTAM menyentuh Rp 1.965.000 per gram, tentu kita ingin berpikir sebenarnya emas itu berasal dari mana. NASA, badan luar angkasa Amerika Serikat, kemungkinan telah menemukan petunjuk kira-kira dari mana emas berasal.
Pertanyaan Mendasar Emas Berasal Dari Mana
Sejak ledakan dashyat atau big bang, awal mula alam semesta memiliki hidrogen, helium dan sedikit litium. Kemudian, beberapa elemen yang lebih berat, termasuk besi, terbentuk di bintang-bintang. Namun, salah satu misteri terbesar dalam astrofisika adalah bagaimana elemen pertama yang lebih berat daripada besi, seperti emas, bisa tercipta dan tersebar di seluruh alam semesta.
Ini adalah pertanyaan yang cukup mendasar dalam hal asal-usul materi kompleks yang ada di alam semesta dan menjadi teka-teki yang belum benar-benar terpecahkan. Beberapa peneliti kemudian memimpin penelitian menggunakan teleskop dari NASA dan ESA.
Mereka menemukan bukti sejumlah besar elemen berat ini dari sumber yang tak disangka yaitu dari semburan bintang neutron yang termagnetisasi yang disebut magnetar. Kemungkinan emas pertama dibuat pada awal sejarah alam semesta ketika magnetar tersebut terjadi.
Cara Emas Dibuat Di Magnetar
Bintang neutron adalah inti dari bintang yang telah runtuh setelah meledak. Inti bintang ini sangat padat yang jika kita bawa satu sendok teh material bintang neutron ke Bumi, ia akan berbobot hingga satu miliar ton. Magnetar adalah bintang neutron dengan medan magnet yang sangat kuat.
Pada kesempatan langka, magnetar melepaskan sejumlah besar radiasi berenergi tinggi saat mengalami gempa bintang, hampir mirip seperti gempa bumi, yang kemudian meretakkan kerak bintang neutron. Gempa bintang juga dapat dikaitkan dengan semburan radiasi kuat yang disebut semburan raksasa magnetar, yang bahkan dapat mempengaruhi atmosfer Bumi.

Pada tabel periodik, proton menentukan identitas unsur. Seperti hidrogen yang memiliki satu proton, helium memiliki dua proton, litium memiliki tiga proton, dan seterusnya. Atom memiliki neutron yang tidak mengubah identitas menjadi unsur lain, tetapi hanya menambah massa. Terkadang ketika sebuah atom menangkap neutron tambahan, atom tersebut menjadi tidak stabil yang mengubah neutron menjadi proton, menggerakkan atom tersebut maju pada tabel periodik. Beginilah caranya atom emas dapat mengambil neutron tambahan dan kemudian berubah menjadi merkuri.
Ketika para astronom mengamati tabrakan dua bintang neutron pada tahun 2017 dengan menggunakan teleskop NASA dan Laser Interferometer Gravitational Wave Observatory (LIGO) dan kemudian sejumlah teleskop di darat dan di luar angkasa untuk menindaklanjuti penemuan awal tersebut, mereka mengkonfirmasi bahwa peristiwa ini kemungkinan dapat menciptakan emas, platinum, dan unsur-unsur berat lainnya.
