Misi Tianwen-2 Milik China Akan Mengambil Sampel Asteroid
Pada awal Juli 2026, pesawat luar angkasa Tianwen-2 milik China diperkirakan akan tiba di asteroid dekat Bumi yang sering diibaratkan sebagai bulan mini Bumi. Jika tiba dengan selamat, Tianwen-2 akan mengambil sampel dan mengirimkannya kembali ke Bumi dalam kapsul.
Tianwen-2 Mengambil Sampel Astroid
Tianwen-2 diluncurkan pada 28 Mei 2025, ini adalah misi pengambilan sampel asteroid pertama China dan bagian dari program eksplorasi luar angkasa yang makin berkembang di China. Setelah tiba di asteroid, ia akan menghabiskan beberapa bulan untuk melakukan pengamatan penginderaan jarak jauh, memetakan asteroid dan mengidentifikasi lokasi pengambilan sampel potensial. Perencana misi bermaksud menggunakan kombinasi manuver sentuh-dan-pergi dan sistem penjangkaran yang lebih ambisius yang dilengkapi dengan bor untuk mengumpulkan antara 20 dan 100 gram material.
Asteroid yang ditemukan pada tahun 2016 dan diberi nama asteroid Kamo’oalewa ialah salah satu dari sedikit satelit kuasi yang diketahui. Dengan ukuran hanya 40-100 meter, asteroid ini bisa menjadi asteroid terkecil yang pernah dikunjungi oleh sebuah pesawat luar angkasa.
Nama Kamoʻoalewa berasal dari bahasa Hawaii yang memiliki arti fragmen langit yang bergerak teratur. Asteroid ini mengorbit Matahari, tetapi secara gravitasi tersinkronisasi dengan Bumi, sehingga tampak mengorbit planet Bumi dalam jangka waktu yang lama seperti Bulan kita. Jarak terdekatnya dengan Bumi adalah sekitar 14,4 juta kilometer.
Para ilmuwan tertarik pada Kamo’oalewa karena mungkin ini bukan asteroid biasa. Studi tentang cahaya yang dipantulkan dari asteroid ini menunjukkan bahwa ia sangat mirip dengan batuan Bulan yang dikumpulkan selama misi Apollo. Beberapa peneliti berpendapat bahwa asteroid Kamo’oalewa bisa jadi merupakan fragmen Bulan yang terlempar ke luar angkasa akibat benturan besar jutaan tahun yang lalu.
Misi Panjang Tianwen-2 Menuju Komet
Tidak seperti kebanyakan asteroid, satelit kuasi Bumi tetap dekat dengan Bumi untuk jangka waktu yang lama. Hal itu membuat mereka relatif mudah untuk dikunjungi. Sebagai contoh, asteroid Kamo’oalewa mengorbit Matahari dalam resonansi orbit 1:1 dengan Bumi, ia menyelesaikan satu orbit untuk setiap orbit yang dilakukan juga oleh Bumi. Hal itu menciptakan ilusi bahwa ia mengelilingi Bumi, tetapi juga menjadikannya target potensial untuk misi robotik di masa depan, seperti penambangan asteroid untuk es air dan logam.
Pesawat luar angkasa Tianwen-2 dijadwalkan akan meninggalkan asteroid Kamoʻoalewa pada April 2027 dan mengembalikan kapsul sampel ke Bumi di bulan November 2027. Para ilmuwan kemudian dapat mempelajari sampel yang mungkin merupakan fragmen dari awal tata surya.
Setelah melepaskan kapsul, pesawat luar angkasa Tianwen-2 akan menggunakan gravitasi Bumi untuk mengarahkan dirinya ke target kedua yaitu komet sabuk utama 311P/PanSTARRS atau juga dikenal sebagai P/2013 P5 (PanSTARRS), yang berhasil ditangkap gambarnya oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble milik NASA di tahun 2013. Tianwen-2 diperkirakan akan tiba di sana sekitar tahun 2035.
